HOME    
Nasional - Humaniraya - Metro - Ekbis - Mancanegara - Kesehatan - Iptek - Sketsa Muda - Entertainment - Sportif
Kosmopolitan - Etalase - Sosok - Keluarga - Fashion - Suplemen - Resensi - Kolom - Ruang Publik
Layan Publik - Aneka - Transportasi - Kursus/PLS - Agen - Iklan Baris - Harga-harga - Tentang Kami
MESIN PENCARI


   
 
Dana tanggap darurat Rp50 M bagi korban bencana alam

Kiting Damalis (27/12/2004 - 16:14 WIB)


Jurnalnet.com Jurnalnet.com (Jakarta): Depsos menyediakan dana ‘tanggap darurat’ sebesar Rp50 miliyar bagi korban gempa tektonik dan tsunami di provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut) yang terjadi pada hari Minggu (26/12). Dana ‘tanggap darurat’ tersebut digunakan untuk bahan makanan, pakaian, serta rehabilitasi rumah.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekjen Depsos Ruchadi saat ditanyakan soal kesiapan Departemen Sosial dalam menyalurkan bantuan kepada korban yang menewaskan ribuan jiwa di kedua provinsi tersebut. “Dana itu diperuntukan guna membantu meringankan penderitaan keluarga korban bencana alam, yaitu untuk biaya penguburan, santunan masing-masing Rp2 juta bagi keluarga yang ditinggalkan, makanan selama sebulan, pakaian, dan membangun rumah korban,” katanya, Senin (27/12).

Tercatat, sedikitnya 1.800 orang tewas akibat gempa bumi tektonik dan tsunami yang terjadi di kedua provinsi tersebut. Korban tewas di Banda Aceh sebanyak 1.400 orang, Aceh Timur 26 orang tewas dan lima hilang, Kabupaten Lokseumawe 131 orang tewas, Kabupaten Bireun 90 orang tewas dan Kabupaten Pidie 165 orang tewas.

Pihak Depsos juga sudah meminta Dinas Sosial di NAD dan Sumut untuk menyiapkan bantuan masing-masing 50 ton beras, ratusan dus mie instan, ratusan dus air mineral, ratusan dus bahan makanan dalam kemasan, ribuan sarung dan selimut, puluhan tenda pleton yang memuat 30 orang, peralatan dapur, dan menyiapkan mobil dapur umum.

“Kami juga menyiapkan bantuan tambahan yang diambil dari stok pusat berupa bahan makan untuk mencukupi kebutuhan para pengungsi di kedua provinsi itu yang direncanakan akan diberangkatkan pada Selasa atau Rabu ini,” kata Ruchadi seraya menambahkan setelah presiden bersama para menteri mengunjungi Nabire, tidak pulang ke Jakarta, namun langsung ke Aceh dan Medan. Beberapa menteri yang ikut dalam rombongan presiden adalah Menpolhukam Widodo, Menko Kesra Alwi, Menteri Sosial Bahtiar Chamsyah, dan Menteri PU Joko Kiryanto.

Gempa bumi tektonik ini terjadi dengan kekuatan 6,8 pada skala Richter pada Minggu, pukul 07.59 WIB dengan pusat gempa berada di 2,9 Lintang Utara - 95,6 Bujur Timur dan kedalaman 20 kilometer di laut kurang lebih 149 km Selatan Meulaboh. Gempa yang menyebabkan gelombang tsunami itu melanda beberapa wilayah pantai di Sumatera dan Aceh. Sehingga pemerintah menetapkan bencana tersebut menjadi Hari Berkabung Nasional.

Dampak di Asia

Sedikitnya 15.000 orang tewas akibat gempa tektonik dan Tsunami yang berpusat di selatan Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Minggu (26/12) pagi. Gempa berkekuatan 9,8 pada Skala Richter (SR) itu mengakibatkan kerusakan serius di 15 negara di Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika Timur.

Sementara itu, Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan (Depkes), Senin (27/12) pagi, menyebutkan, hingga Senin pagi korban tewas di NAD sekitar 4.500 orang. Dengan perincian di Banda Aceh 3.000 orang, Aceh Timur 26, Lhokseumawe 157, Kabupaten Bireuen 90, Kabupaten Pidie 165, dan Aceh Utara 619 orang. Korban hilang di Aceh Timur lima orang, dan Aceh Utara 303 orang. Sedang korban tewas di Sumut sedikitnya 83 orang dengan perincian di Kabupaten Nias 75 dan Pantai Cermin 8.

Gempa bumi itu terjadi pukul 07.59 WIB, yang menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) berkekuatan 6,8 Skala Richter (SR) dengan pusat gempa berada di 2,9 Lintang Utara - 95,6 Bujur Timur dengan kedalaman 20 kilometer di laut, sekitar 149 km selatan Meulaboh.

Dari Medan dilaporkan, tim SAR Sumatera Utara akan menyuplai makanan tambahan, obat-obatan, dan bantuan lainnya untuk masyarakat di kawasan Pulau-pulau Batu, Nias Selatan dari Sumatera Barat karena jaraknya lebih dekat ke Padang dibanding Medan.

Gubernur Sumut H Tengku Rizal Nurdin yang sedang meninjau daerah bencana di Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Minggu malam mengatakan, tim SAR berangkat ke kawasan itu Senin pagi dengan menggunakan pesawat carteran, karena wilayah Pulau-pulau Batu dihuni sedikitnya dihuni 17 ribu penduduk.

Gelombang Tsunami di NAD dilaporkan berketinggian sekitar empat meter. Tsunami ini menenggelamkan sepuluh desa, yakni Blang Nibong, Sawang, Puluk, Kuta Krueng, Mata Ulim, Glumpang, Pie, Blang Mee Pulo Klat, Blang Nibong, dan Berungin.

Bencana terparah melanda Kecamatan Seunuddon. Hal ini karena kawasan pantai di daerah itu merupakan muara sungai-sungai. Dari Breuen dilaporkan, gempa dan badai Tsunami menewaskan 56 warga serta melukai 49 orang. Sekitar 2.600 warga terpaksa mengungsi ke Gedung Serbaguna PT KA.

Masih Dicari

Dikhawatirkan, lebih dari 75 orang tewas akibat gempa disusul gelombang Tsunami di Kecamatan Afulu, Sirombu, Lahewa, dan Mandrehe, Kabupaten Nias, Sumut, Minggu (26/12) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Di antaranya, 46 sudah ditemukan tewas sedang yang lainnya masih dicari. Sedang di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) lima warga ditemukan tewas.

Selain itu, lima pulau di Kabupaten Nias, yang terdiri atas Pulau Hinako, Asu, Imana, Bawa, dan Bagi, dilaporkan dilaporkan dilanda Tsunami. Ribuan rumah penduduk rusak.

Staf Posko Satuan Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (Satkorlak) Kabupaten Nias, Hermit Hia, mengatakan, pihaknya masih mencari para korban yang dilaporkan hilang.

"Pencarian sedang dilakukan. Untuk sementara para penduduk ditampung di tempat pengungsian yang didirikan di dekat Sekretariat Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI). Petugas yang melakukan pencarian dibagi dua, satu kelompok ke arah utara dan satu lagi ke arah barat," ujar Hermit Hia ketika dihubungi melalui telepon genggam, Minggu malam.

"Proses evakuasi masih dilakukan. Semua pihak melibatkan diri. Musibah ini dianggap yang terbesar di Nias. Kita sedang berusaha membantu sembari mengamankan daerah yang diterpa bencana ini," ujar Wakil Kepala Kepolisian Resort Polres Nias, Kompol A Nainggolan.

Jumlah warga Nias yang ditemukan tewas oleh tim terpadu sampai Senin siang 46 orang. Selain itu, 72 orang dinyatakan hilang. Sebagian korban penduduk Kecamatan Sirombu, dan Mandrehe,"kata Kepala Staf Komando Distrik Militer (Kasdim) 0213 Nias, Mayor Inf DM Ginting yang dihubungi dari Medan, Senin siang.

Menurutnya Kasdim Nias, Ginting, diperkirakan jumlah korban gempa masih terus bertambah. Hal itu mengingat air pasang yang menggenangi sejumlah daerah di kabupaten itu termasuk daerah di Pulau-pulau Batu belum juga surut.

"Tidak tertutup kemungkinan jumlah korban bertambah karena informasi dari daerah secara keseluruhan belum diterima. Gempa yang mengakibatkan gelombang laut itu telah memporakporandakan sedikitnya lima kecamatan di Nias," katanya.

Selamatkan Diri

Gempa bumi ini menggetarkan Kota Medan. Warga berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. Gempa ini merusak ribuan rumah penduduk. "Gempa kali ini lebih dahsyat dari gempa sebelum - sebelumnya. Bahkan, gempa bumi kali ini lebih lama. Getarannya sangat kuat sehingga dinding tembok rumah kami retak,'' kata Suryadi warga Perumnas Mandala Medan.

Hal senada disampaikan Raju, warga Kuala Bekala, Kabupaten Deli Serdang. Ia mengatakan, gempa merusak ratusan rumah penduduk. Gempa itu juga terasa di Tarutung, ibu kota Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dengan getaran cukup kuat. Bupati Taput Torang Lumban Tobing yang dihubungi melalui telepon dari Jakarta, Senin pagi, mengatakan, tidak ada korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat gempa itu. ''Hanya sebagian ruas jalan di Pansur Napitu retak,'' katanya.

Bupati mengatakan, begitu terjadi gempa pihaknya langsung berkoordinasi dengan BMG untuk memperoleh informasi mengenai gempa susulan. ''Masyarakat kami minta agar mewaspadai gempa susulan,'' katanya.

Wilayah Tarutung pada 1987 dilanda gempa kuat yang mengakibatkan sebagian penduduk mengungsi ke desa-desa sekitarnya, seperti Pahae dan Pangaribuan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menurunkan Tim SAR untuk mencari korban di Kabupaten Nias, Senin. Selain ke Kabupaten Nias, Pemprov Sumut juga mengerahkan Tim SAR ke beberapa kawasan di Kabupaten Serdang Bedagai. Juga dikirim bantuan berupa mi instan 20 kardus, minyak goreng, mesin genset, dan sarung untuk pengungsi.

Kepala Satkorlak Pemprov Sumut, Anggiat Hutagalung mengatakan hal tersebut, Senin pagi. Anggiat mengatakan, bantuan lainnya dalam waktu dekat akan dikirimkan melalui kapal laut. Pemprov Sumut juga mendirikan posko bencana alam di kawasan Polonia Medan.

Hari Berkabung

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jayapura, Senin, mengumumkan Hari Berkabung Nasional menyusul terjadinya gempa yang menyebabkan tsunami di NAD dan Sumut yang menyebabkan ribuan orang tewas.

"Mengingat besarnya korban jiwa dan skalanya maka saya tetapkan sebagai Hari Berkabung Nasional selama tiga hari. Kita akan menaikkan bendera setengah tiang," kata Presiden kepada pers sesaat sebelum meninggalkan Jayapura menuju Lokseumawe dan Medan untuk meninjau langsung daerah bencana di dua provinsi itu.

Penetapan Hari Berkabung Nasional itu dilakukannya satu hari setelah Kepala Negara menetapkan bencana alam di kedua provinsi itu sebagai bencana nasional.

Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Endriartono Sutarto memerintahkan seluruh jajaran Komando Operasi (Koops) TNI di Aceh untuk lebih memfokuskan tugas mereka terhadap bencana Tsunami. Seluruh prajurit TNI di Aceh diminta mengerahkan segala upaya untuk menyelamatkan korban bencana alam itu.

Juru Bicara Koops TNI di Aceh, Letnan Kolonel Edi Sulistiyadi, ketika dihubungi Senin pagi mengatakan, telah menerima instruksi dari Panglima TNI untuk mengerahkan kekuatan TNI membantu warga Aceh yang terkena gempa. "Lebih dari separo kekuatan TNI dikerahkan untuk membantu warga Aceh," katanya.

Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa sebagian daerah NAD. Hal itu disampaikan Hidayat di Padang, Minggu. "Saya mendukung pemerintah menjadikan bencana gempa dan Tsunami ini sebagai Bencana Nasional," katanya.***


Foto (AP) : Warga melihat sisa sapuan gelombang Tsunami yang memorak-porandakan pantai Madras, India, Minggu (26/12). Gempa dan Tsunami yang mengguncang delapan negara di Asia serta tujuh negara di Afrika Timur menyebabkan sedikitnya 15.000 orang tewas dan ribuan lainnya hilang.
Print Print   Send Kirim Teman
 
 
 
Berita Lainnya:
  Yusuf Kalla jadi Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2004-2009
19 Desember 2004, 05:31 WIB
  Pimpinan Bank Global ingin musnahkan dokumen
15 Desember 2004, 07:30 WIB
  Para TKI dipungut 225 ringgit saat pulang ke Indonesia
14 Desember 2004, 19:04 WIB
  Survei TII :
Parpol dan DPR Lembaga Paling Korup

10 Desember 2004, 12:33 WIB
  Januari 2005 PT Newmont disidangkan
09 Desember 2004, 07:05 WIB
Berita Terkait:
  SPN: Tegakan Hak dan Kedaulatan Petani Indonesia!
12 Juli 2012, 10:20 WIB
  Ribuan Buruh di HI-Monas, Jalanan Utama Jakarta Macet
12 Juli 2012, 08:21 WIB
  RUPSLB Garuda Setujui Kuasi Reorganisasi dan Tambah Komisar
28 Juni 2012, 12:32 WIB
  Cegah Korupsi, Pertamina Segera Rubah Starus Petral,Ltd
28 Juni 2012, 10:33 WIB
  Pertamina Siap Ekspansi Pasar ke Asia Timur
26 Juni 2012, 17:12 WIB
 
 
 
  Arsip