HOME
Nasional
-
Humaniraya
-
Metro
-
Ekbis
-
Mancanegara
-
Kesehatan
-
Iptek
-
Sketsa Muda
-
Entertainment
-
Sportif
Kosmopolitan
-
Etalase
-
Sosok
-
Keluarga
-
Fashion
-
Suplemen
-
Resensi
-
Kolom
-
Ruang Publik
Layan Publik
-
Aneka
-
Transportasi
-
Kursus/PLS
-
Agen
-
Iklan Baris
-
Harga-harga
-
Tentang Kami
MESIN PENCARI
--==SEMUA==--
BERITA
POPULAR
ASPIRASI
Kampus UT, Terbuka dan Inklusif
(04/09/2010 - 14:28 WIB)
Jurnalnet.com (Tengerang Selatan):
Universitas Terbuka (UT) yang telah beranjak usia ke 26 tahun sudah memiliki kematangan berkat pengalaman dan menjaga kualitas. Oleh karena itu UT akan terus meningkatkan kualitas melalui sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang terbuka dan tetap inklusif.
Dalam perjalannya UT mesti menerobos berbagai tantangan akademis yaitu bagaimana cara menyampaikan materi ajar jarak jauh secara efektif, hingga tantangan bersifat logistik.
Hal tersebut dikatakan oleh Rektor UT Prof Tian Belawati PhD sehari menjelang dies natalis ke 26 tahun di kampus itu di kawasan, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (3/9/2010). "Saat ini mahasiswa UT berjumlah sekitar 650.000 orang yang tersebar di dalam dan luar negeri, dengan tingkat geografis yang beraneka macam," katanya.
Oleh karena itu pihaknya telah menemukan sistem pembelajaran jarak jauh yang cocok dengan kondisi orang Indonesia, diantaranya adalah tidak membeda-bedakan tingkat sosial-geografis seseorang yang ingin belajar di UT.
Selain kondisi masyarakat Indonesia yang ada di pedalaman, mereka juga ada di kepulauan hingga yang terluar atau terdepan dari wilayah Indonesia. Mereka juga memperoleh minat dan kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan tinggi di UT.
Pasalnya jika anak-anak yang ingin melajutkan perguruan tinggi tidak diakomodasi oleh UT seperti di daerah terpencil atau pedalaman yang jauh dengan kampus regular dengan sistem tatap muka dan tidak memiliki
kecukupan ekonomi untuk transportasi dan sebagainya, maka sistem pendidikan jarak jauh UT mampu menjawab hal tersebut.
"Siapa saja dapat masuk di UT. Mereka (mahasiswa UT) dapat belajar dimana saja dan kapan saja, karena UT tidak membatasi lama studi, tidak membatasi usia seseorang, dan tidak membatasi kelulusan SLTA. Sehingga metode pembelajaran di UT itu bersifat inklusif karena keragaman kondisi masyarakat Indonesia," katanya.
Namun tidak serta-merta dalam proses PJJ semua berbasis internet. Karena teknologi yang UT gunakan selalu mengacu kepada tepat guna dan tepat sasaran. "Kami tidak begitu, karena kami sadar tidak semua masyarakat Indonesia memiliki akses internet. Sehingga logistik PJJ UT masih dilakukan melalui bahan ajar cetak atau modul. Karena bahan ajar cetak ini merupakan yang aksesible terhadap pendidikan inklusif di UT," katanya.
Beberapa tahun belakangan ini UT telah mengembangkan toturial secara online melalui internet. Ke depan pihaknya akan mengembangkan tutorial melalui TV Online atau internet televisi. "Program tutorial edukasi melalui televisi online akan dikembangkan di UT. Kapanpun mahasiswa UT dapat melihat TV Online di website UT tanpa ada masalah dengan jam tayang," ungkap Tian secara mengatakan pihaknya akan meluncurkan perdana TV Online tanggal 28 September 2010.
Begitu pula soal pelajayan pendidikan, pihaknya selalu menekankan pelayanan pendidikan untuk semua, sehingga tidak ada yang terdiskriminasi untuk kuliah di UT.
Selain mahasiswa dengan tingkat sosial-geografis di Indonesia beragam, lanjut Tian, bahkan calon mahasiswa UT juga ada dari kalangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Para TKI tersebut dapat mendaftar melalui kedutaan besar Indonesia yang ada di luar negeri melalui atase pendidikan Indonesia di sana.
Mahasiswa dari kalangan TKI di luar negeri yang telah belajar di UT luar negeri diantaranya ada di Arab Saudi tahun 2002, Singapura (2008), Johor Malaysia (2008). "Bersama Kemnakertrans, rencananya akhir tahun 2010 ini kami juga akan buka di Hongkong, Korsea Selatan tahun 2011 dan Macau Taiwan tahun 2011," paparnya.
Selain diluar negeri, UT bersama Kemnakertrans akan membuka PJJ di Kota Terpadu Mandiri (KTM) yaitu daerah-daerah transmigrasi yang dirancang oleh Kemnakertrans dalam kawasan terpadu dan mandiri. "Saat ini baru di KTM Telang Sumatera Selatan," katanya.
Bersama Seamoleg, pihaknya juga akan melakukan PJJ bagi masyarakat di daerah-daerah perbatasan di Entikong Kalimantan Barat dan daerah terluar Indonesia di Talaut dan Natuna. "Hal ini juga dalam rangka pelayan pendidikan secara inklusif di jenjang pendidikan tinggi," katanya.
Selain itu, mahasiswa UT juga ada dari kalangan profesional dan pegawai pemerintah. Ke depan pihaknya juga akan gencar dalam menerima calon mahasiswa dari kalangan tersebut, termasuk siswa SLTA yang baru lulus, karena kampus ini tidak ada sistem seleksi masuk. Saat ini jumlahnya ada sekitar 14 persen mahasiswa UT yang langsung dari lulusan SLTA, atau jumlah persentase itu sama dengan sekitar 70.000 orang.
Mahasiswa yang kuliah di UT juga dapat melakukan tutorial tatap muka, mereka juga dapat membentuk kelompok-kelompok belajar. Dan pihak kampus membuka peluang mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui kegiatan kemahasiswaan seperti paduan suara, kehoranian, ketrampilan, olahraga ketangkasan dans sebagainya.
"Dengan kuliah di UT mereka juga bisa sambil bekerja. Hal ini membuktikan bahwa program pelayanan pendidikan di UT sangat relevan dengan kebutuhan mereka," kata rektor perempuan yang pertama kalinya di UT itu.***(rht)
Print
Kirim Teman
Berita Lainnya:
11 Gedung Baru UT Senilai Rp 127 M Diresmikan Wamendiknas
06 Mei 2010, 07:27 WIB
RI Targetkan Juara Umum Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Dunia Ke-17
08 April 2010, 06:22 WIB
Perguruan tinggi mesti mandiri dan meningkatkan enterpreneurship
07 April 2010, 20:16 WIB
BSNP Kaji Hasil UN untuk Tetapkan Standar Kelulusan Baru
01 April 2010, 19:39 WIB
Pemerintah Tidak Abaikan Kecurangan UN
29 Maret 2010, 18:36 WIB
Berita Terkait:
11 Gedung Baru UT Senilai Rp 127 M Diresmikan Wamendiknas
06 Mei 2010, 07:27 WIB
Perguruan tinggi mesti mandiri dan meningkatkan enterpreneurship
07 April 2010, 20:16 WIB
Kampus pun dituntut sebagai USR
08 Desember 2009, 05:16 WIB
UT buat program Dry Lab bagi mahasiswanya
16 November 2009, 06:46 WIB
Melalui pendidikan bantu menyebarluasan pemahaman pentingnya lingkungan hidup dan konservasi
04 November 2009, 14:02 WIB
Arsip
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
2003
2004
2005
2006
All content © Copyright 1 Ramadhan 1425H JURNALNET.COM. Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Dilarang memperbanyak artikel yang termuat pada halaman JURNALNET.COM, tanpa seizin JURNALNET.COM.
Web Development PT. Internusa Sarana Perdana (Group)