HOME    
Nasional - Humaniraya - Metro - Ekbis - Mancanegara - Kesehatan - Iptek - Sketsa Muda - Entertainment - Sportif
Kosmopolitan - Etalase - Sosok - Keluarga - Fashion - Suplemen - Resensi - Kolom - Ruang Publik
Layan Publik - Aneka - Transportasi - Kursus/PLS - Agen - Iklan Baris - Harga-harga - Tentang Kami
MESIN PENCARI


   
 
Menyelematkan Indonesia dari Degenerasi Akibat Gondok

(13/12/2011 - 09:22 WIB)


Jurnalnet.com (Jakarta):
Kelainan kelenjar tiroid atau dikenal dengan kelenjar gondok mengancam ibu-ibu hamil dan pascamelahirkan. Penyakit ini bisa berdampak buruk ke janin yang dikandung, bahkan melahirkan anak-anak cacat bawaan, tubuh mini dan lambat bereaksi. Jika tidak diantisipasi dengan baik, bisa mengganggu pembangunan generasi mendatang. Dampak buruk terjadinya degenerasi ini yang mesti diantisipasi bersama.



“Penyakit kelenjar gondok terjadi karena kekurangan zat yodium yang biasanya dikemas dalam garam dapur. Tapi, banyak sayuran dan buah-buahan mengandung zat yodium, seperti rumput laut, sea food dan lainnya,” ujar Guru Besar FK Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Prof.Dr.dr.Sri Hartini,SpPD,KEMP pada seminar “Waspadai Gangguan Kesehatan Akibat Kelainan Pada Kelenjar Tiroid” di Jakarta, belum lama ini.

Membangun Indonesia yang lebih baik dan sejahtera, butuh generasi muda yang baik dan brilin. Bukan hanya fisik tapi juga spikis yang sehat. Dari semua itu diperoleh generasi muda yang kuat, tangguh dan siap memikul beban dan tugas pembangunan ke depan. Ironis jika tantangan masa depan yang berat itu harus ditanggung anak-anak yang tidak sempurna fisik dan mentalnya.

Populasi penderita penyakit gondok di Indonesia tergolong tinggi. Akibat dari kekurangan yodium secara terus-menerus dalam waktu yang lama dapat menimbulkan penyakit gondok. Hasil suvei pemetaan gondok 1998 yang telah di publikasikan WHO tahun 2000 melaporkan bahwa 18,8% penduduk hidup di daerah endemic ringan, 4,2% penduduk hidup di daerah endemic sedang dan 4,5% penduduk hidup di daerah endemic berat. Diperkirakan sekitar 18,2 juta peduduk hidup di wilayah endemic sedang dan berat, dan 39,2 juta penduduk hidup di wilayah endemic ringan. Menurut jumlah kabupaten di Indonesia, maka diklasifikasikan 40,2% kabupaten termasuk endemic ringan, 13,5% kabupaten endemic sedang dan 5,1% kabupaten endemic berat (www.gizi.net.2004).

Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) adalah rangkaian efek kekurangan yodium pada tumbuh kembang manusia. Kekurangan yodium dapat mengakibatkan gondok dan kretin. Pengetahuan tentang distribusi gondok endemik dan kretin endemik di Indonesia diambil dari data epidemiologik baik sebelum Perang Dunia II dan setelah kemerdekaan tahun 1945. Riset sistematik di Indonesia telah dikerjakan sejak 1974, ketika program injeksi yodium mulai melakukan penelitian fundamental yang hasilnya menjadi program penanggulangan GAKY (www.feedingminds.org).

Data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, daerah Indonesia kata akan yodium. Paling banyak di laut dan paling kecil di pegunungan. Tapi, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sekarang, kesenjangan itu seharusnya bukan masalah lagi.

Ada beberapa daerah endemic penyekit gondok. Daerah itu rata-rata di dataran tinggi, seperti sepanjang Bukit Barisan di Sumatera, pantai selatan Jawa dan daerah pegunungan lainnya. Pemerintah khususnya Dinas Kesehatan dan Pemda setelah hendaknya bisa menyikapi kondisi dan ancaman tersebut sedini mungkin. Jangan sampai ancaman serius itu menjadi kenyataan.

Menurut Hartini, saat ini tercatat 3-4% wabita hamil di Indonesia mengalami hipotiroid dan diperkirakan akan melahirkan anak dengan kondisi kurang normal. Kondisi itu perlu dicegah dan diperkecil dampaknya, sehingga tidak melahirkan anak-anak yang berkelainan sejak lahir. “Pemberian garam yodium merupakan tindakan yang paling murah dan mudah untuk mencegah terjadinya kekurangan yodium,” kata dia.

“Jika bahan baku yodium kurang, sementara kebutuhan badan akan hormone tiroid terus terjadi. Akibatnya, kelenjar itu harus bekerja ekstra keras untuk menghasilkan hormone tiroid dan terjadilah pembesaran tiroid. Apabila kebutuhan hormone tiroid belum tercukupi maka akan terjadi gangguan fisik yang bersangkutan,” jelas Hartini.

Dikatakannya, kelenjar tiroid itu berfungsi antara lain mengatur suhu badan, baik pada kondisi panas atau dingin. Jika semua organ tubuh berfungsi dengan baik, termasuk kelenjar tiroid, maka badan langsung menyesuaikan diri. Sebaliknya, jika tidak akan dirasakan gangguan kesehatan yang bisa berbeda-beda pada setiap orang.

“Ada beberapa gangguan kesehatan akibat kekurangan kelenjar tiroid itu, seperti suhu badan tidak stabil, muka pucat, mudah marah dan tersinggung dan lainnya. Selain itu, kulit kasar, pupil mata membesar dibanding sebelumnya dan masih banyak lagi gangguan fisik penderita gangguan kelenjar tiroid itu,” terang Hartini.

Prof.Dr.Johan S.Mansjur meminta penderita gangguan kelenjar tiroid atau keluarganya segera membawa orang dengan gejalan fisik seperti itu ke dokter ahli, guna mendapatkan perawatan yang benar. “Jangan sampai penderita dibiarkan dan penyakitnya semakin parah. Jika hal itu sampai terjadi, maka penyembuhannya akan semakin sulit,” kata dia.

“Selama ini, banyak pasien penderita Gangguan kelenjar tiroid adalah wanita. Dari 10 pasien yang diutangani, antara 6-7 adalah wanita. Tapi, bukan berarti pria bebas dari ancaman gangguan tiroid itu. Yang pasti, siapapun harus hati-hati dan menangani kasus gangguan tiuroid secara baik dan benar,” tegas Johan.*iskandar helmi
Print Print   Send Kirim Teman
 
 
 
Berita Lainnya:
  Kasus Safira, Menkes RI Akan Kirim Tim Ahli
10 November 2011, 23:03 WIB
  Sakit Asma, Siap Obat-Obatan
07 November 2011, 14:41 WIB
  Waspadai Serangan Asma di Awal Musim Hujan
07 November 2011, 11:54 WIB
  Ketua PMI Lepas 630 Relawan di Monas
25 Agustus 2011, 13:13 WIB
  Bahan Kosmetik Penyebab Iritasi Kulit
21 Agustus 2011, 15:33 WIB
Berita Terkait:
  Gerakan Peduli Sesama Melalui Donor Darah
30 April 2012, 08:28 WIB
  Irama Musik Tingkatkan Ritme Gerak Senam
19 April 2012, 19:48 WIB
  Baksos SD Muhammadiyah 11 Surabaya dengan Pengobatan Gratis
10 April 2012, 17:11 WIB
  Infeksi Masih Menjadi Ancaman di Indonesia
19 Desember 2011, 12:16 WIB
  Kasus Safira, Menkes RI Akan Kirim Tim Ahli
10 November 2011, 23:03 WIB
 
 
 
 
  Arsip