HOME    
Nasional - Humaniraya - Metro - Ekbis - Mancanegara - Kesehatan - Iptek - Sketsa Muda - Entertainment - Sportif
Kosmopolitan - Etalase - Sosok - Keluarga - Fashion - Suplemen - Resensi - Kolom - Ruang Publik
Layan Publik - Aneka - Transportasi - Kursus/PLS - Agen - Iklan Baris - Harga-harga - Tentang Kami
MESIN PENCARI


   
 
Dephub:
Kerugian Kecelakaan Jalan Mencapai 2,8% GDP

(14/04/2008 - 19:29 WIB)


Jurnalnet.com (Jakarta): Dirjen Perhubungan Darat Departemen Perhubungan (Dephub) Iskandar Abubakar kepada pers di Jakarta, Senin (14/4) Kerugian nominal akibat kecelakaan di jalan raya diprediksi sebesar Rp8 triliun, atau 2,8 persen gross domestik bruto (GDP) Indonesia pada tahun 2004.

Jumlah itu trend terus meningkat, karena masih tingginya akan kecelakaan di Indonesia. Selain itu, harga barang dan jasa di tanah air, termasuk biaya poengobatan di rumah sakit juga naik.

"Hasil survei Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gajah Mada, pada 2004 jumlah korban meninggal akibat kecelakaan darat sebanyak sekitar 30.000 orang. "Dari jumlah itu, sekitar 70 persen adalah pengguna sepeda motor," kata dia.

Oleh karena itu, menurut dia, keselamatan transportasi harus menjadi tanggung jawab seluruh jajaran masyarakat. Karena masyarakat sendiri yang terlibat untuk meningkatkan keselamatan transportasi, utamanya untuk moda darat. "Tak bisa membebankan keselamtan di jalan pada pemerintah.

Sedang masyarakats sebagai pelaku dan pengguna kendaraan tidak berubah perilakunya," jelas Iskandar.

Secara umum, jelas dia, ada tiga penyebab kecelkaan di jalan, yaitu manusia (human factor), kendaraan dan jalan atau lingkungan. Namun begitu, faktor manusia masih menduduki anga tertinggi. Misalnya, mengemudi dengan kecepatan tinggi, kondsi kendaraan minim seperti ban tipis, rem tipis dan lainnya tetap dipaksakan jalan.

Dikaui Iskandar, penyebab kecelakaan di jalan tol berbeda dengan jalan arteri. Di tol, ada dua penyebab utama kecelakaan, yaitu pecah ban dan ngantuk saat mengemudi. Sedang di jalan arteri berbeda, karena disana kompleksitas dan jenis kendaraan yang melaju juga lain. "Di jalan tol tak ada sepeda motor, pada mereka korban kecelakaan yang paling besar," terangnya.***(hel)
Print Print   Send Kirim Teman
 
 
 
Berita Lainnya:
  Jika Dibutuhkan, Pemerintah Izinkan Impor Tabung
14 April 2008, 18:09 WIB
  Menhub: Tidak ada Liberalisasi di Pelabuhan
14 April 2008, 02:21 WIB
  Garuda Indonesia 60 Armada Baru
11 April 2008, 19:11 WIB
  Perwira Pandu Bisa Dicabut Sertifikatnya
11 April 2008, 03:27 WIB
  DSKU Akan Periksa Ulang Pesawat MD di Indonesia
10 April 2008, 18:26 WIB
Berita Terkait:
  Pemerintah Diskriminatif dalam PBBKB
03 Maret 2010, 05:27 WIB
  Dephub: Angkutan Berkelanjutan Perlu Sinergi Hulu-Hilir
21 April 2009, 19:01 WIB
  Infrastruktur Perhubungan Akan Dipercepat
06 April 2009, 06:02 WIB
  Permenhub Angkutan Sungai Sangat Mendukung Otoda
20 Februari 2009, 15:42 WIB
  Road Found perlu Dimasukkan UU LLAJ
12 Februari 2009, 06:22 WIB
 
 
 
 
  Arsip