HOME    
Nasional - Humaniraya - Metro - Ekbis - Mancanegara - Kesehatan - Iptek - Sketsa Muda - Entertainment - Sportif
Kosmopolitan - Etalase - Sosok - Keluarga - Fashion - Suplemen - Resensi - Kolom - Ruang Publik
Layan Publik - Aneka - Transportasi - Kursus/PLS - Agen - Iklan Baris - Harga-harga - Tentang Kami
MESIN PENCARI


   
 
Harga Minyak Naik 1 Dolar/Barel, Pemerintah Tombok Rp500M

(15/04/2008 - 04:12 WIB)


Jurnalnet.com (Jakarta): Setiap kenikan harga minyak sebesar 1 dolar AS, pemerintah harus menambah subsidi sampai Rp500 miliar. "Pendapatan dari kenaikan harga minyak (windfall profit) setiap kenaikan harga satu dolar AS sebesar Rp3,3 triliun.

"Sedang subsidi yang harus dikeluarkan pemerintah naik sebesar Rp3,8 triliun. jadi, pemerintah yang tombok," ungakp anggota Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edi kepada pers di Jakarta, Senin (14/4).

Namun begitu, papar Tjatur, pihaknya mengusulkan agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM di dalam negeri. Cara tersebut bisa disikapi dengan mencari sumber poenerimaan lain, seperti memungut pajak BBM bagi pengguna kendaraan dengan cc tinggi, diatas 1.600 misalnya.

Dengan memungut pajak BBM tersebut, aku dia, pemerintah akan menerima pendapatan baru sekitar Rp8 triliun. Pendapatan baru itu bisa dikompensasikan untuk membayat subsidi BBM di APBN. "Jadi beban pemerintah sedikit berkurang, walau tak semuanya bisa dipenuhi," kilah dia.

Pemungutan pajak BBM itu, tandas Tjatur, akan lebih efektif jika dibandingkan dengan pemeberlakukan smart card. Perlu diketahui, smart card hanya berhasil diberlakukan di Iran dan Somalia. "Kedua negara tersebut dipimpin oleh penguasa yang totaliter. Sedang Indonesia sekarang nampaknya sulit menerapkan sistem tersebut," tukas kader PAN itu.

Kemungkinan lain, tambah Tjatur, pemerintah atau Pertamina bisa langsung membeli harga minyak langsung ke nagara produsen seperti Araba Saudi atau Iran. Selama ini, Indonesia sering impor minyak dari Singapura, yang nota bene sudah lebih magal. "Harga minyak di Singapura itu adalah harga pasar, yang nota bene sudah dikuasai para broker. Kalau tahu begitu, ke depan harus dihindari," pinta dia.***(hel)

Print Print   Send Kirim Teman
 
 
 
Berita Lainnya:
  Kerugian Kecelakaan Jalan Mencapai 2,8% GDP
14 April 2008, 19:29 WIB
  Jika Dibutuhkan, Pemerintah Izinkan Impor Tabung
14 April 2008, 18:09 WIB
  Menhub: Tidak ada Liberalisasi di Pelabuhan
14 April 2008, 02:21 WIB
  Garuda Indonesia 60 Armada Baru
11 April 2008, 19:11 WIB
  Perwira Pandu Bisa Dicabut Sertifikatnya
11 April 2008, 03:27 WIB
Berita Terkait:
  Tender BBM 2011 Dipercepat
14 April 2010, 06:36 WIB
  Tahun 2014, Target Pemanfaatan Panas Bumi 20%
12 Maret 2010, 08:08 WIB
  Minyak Asia Sentuh US$75, Tertinggi Tahun Ini
14 Oktober 2009, 15:28 WIB
  Sibolga dan Pematang Siantar Paling Irit Premium di Indoensia
21 Agustus 2009, 07:08 WIB
  Ouskepi: Presiden SBY Perlu Ikut Turun Tangan
31 Juli 2009, 08:36 WIB
 
 
 
 
  Arsip