HOME    
Nasional - Humaniraya - Metro - Ekbis - Mancanegara - Kesehatan - Iptek - Sketsa Muda - Entertainment - Sportif
Kosmopolitan - Etalase - Sosok - Keluarga - Fashion - Suplemen - Resensi - Kolom - Ruang Publik
Layan Publik - Aneka - Transportasi - Kursus/PLS - Agen - Iklan Baris - Harga-harga - Tentang Kami
MESIN PENCARI


   
 
BP Migas:
Produksi Gas 2008 Meningkat

(16/04/2008 - 03:11 WIB)


Jurnalnet.com (Jakarta): Deputi Operasi BP Migas Dodi Hidayat mencapai kisaran di atas 1 juta barel per hari. Jumlah tersebut sudah melebihi target produksi minyak di APBN P 2008. "Jika melihat rencana produksi tahun ini, kita optimis akan lebih besar lagi," katanya.

POD (plan of decvelopment) yang sudah disetuji ada lima, yaitu Gajah Baru, Iguana, dan Naga milik Premier Olil. Sedang dua lainnya, Duri Area XI Jambi milik Chevron Pasific International (CPI) dan Sukowati JOB Pertamina dan Petrochina di Jawa Timur.

Selain itu, jelas Dodi, pada tahun 2008 ini Lapangan Gajah Baru Natuna, Lapangan tersebut diproyeksikan memproduksikan gas, pada tahap awal sekitar 50 MMBTU. Secara bertahap, akan meningkat sampai puncaknya sekitar 106 MMBTU (mile mile british thermal unit).

"Kita belum bisa memastikan, kapan Gajah Baru akan mencapai puncak produksi gas. Lapangan Gajah baru yang dioperasikan Premier Oil Indonesia itu POD (plan of development) sudah disetujui oleh pemerintah (BP Migas). Selain itu juga Duri Area XI, yang dioperasikan oleh Chevron

Yang pasti, papar Dodi, sekitar empat atau lima tahun sejak produksi pertama akan bisa mencapai puncak produksi (peak). "Namun, semua itu akan sangat dipengaruhi kondisi di lapangan, sekaligus ketersediaan sarana dan teknologi pendukungnya," kata dia lagi.

Gas Domestik

BP Migas telah menandatangani proyek jual beli gas domestik senilai 2.303,16 miliar dolar AS atau setara dengan Rp20,727 triliun. Kontrak tersebut meliputi enam pasokan ke sejumpam pembangkit listrik di Batam, Bintan, Sumatera Selatan, Aceh dan Kalimantan Timur. "Sedang tiga kontrak lainnya untuk pabrik pupuk dan industri di Jawa Timur. Volume total gas tersebut mencapai 359.38 TBTU (triliun british thermal unit)," ungklap Wakil Kepala BP Migas Abdul Mu'in kepada pers di Jakarta, Selasa (15/4).

Para produsen gas itu antara lain, Mendo E&P Indoensia, dengan PLN, Premier Oil Natuna, dengan PLN Batam dan Universal Batam Energy. Selain itu juga Pertamina bersma Petrochina International dan Menco E&P Indonesia dengan dengan Petromikian Gresik. ConocoPhilip dengan PGN.Tbk, Total E&P Indoensia dengan BUMD Kelistrikan di Kutai Kartanegara seta Lapindo Brantas dengan PT indogas Kriya Dwiguna.

Selain itu, jelas Mu'in, juga dilakukan kontrak jual beli LPG antara Petrochina Ltd dengan Pertamina, sebesar 480.000 metrik ton. Semua itu membuktikan bahwa pemerintah melalui BP Migas tetap berkomitmen tinggi untuk memenuhi pasokan gas untuk konsumsi domestik. "Pemerintah harus tetap mejaga keseimbangan antara pasokan gas untuk ekspor dengan kebutuhan gas domestik yang terus meningkat," kilah dia lagi. ***(hel)
Print Print   Send Kirim Teman
 
 
 
Berita Lainnya:
  Berantas Preman Terorganisir di Jalan Raya
15 April 2008, 16:03 WIB
  Harga Minyak Naik 1 Dolar/Barel, Pemerintah Tombok Rp500M
15 April 2008, 04:12 WIB
  Kerugian Kecelakaan Jalan Mencapai 2,8% GDP
14 April 2008, 19:29 WIB
  Jika Dibutuhkan, Pemerintah Izinkan Impor Tabung
14 April 2008, 18:09 WIB
  Menhub: Tidak ada Liberalisasi di Pelabuhan
14 April 2008, 02:21 WIB
Berita Terkait:
  BP Migas dan KPS Gaet 11 Bank BUMN
23 Desember 2009, 07:54 WIB
  Nilai Investasi LNG Tanggung Mencapai Rp50T
10 Juli 2009, 05:06 WIB
  Sumsel Segera Pemasok Gas Utama ke Industri Jawa
02 Maret 2009, 16:49 WIB
  PGN Siap Pasok Gas ke Muara Tarwa
04 September 2008, 08:47 WIB
  BP Migas Tempatkan Aparatnya di Kontraktor Migas
22 Juli 2008, 18:28 WIB
 
 
 
 
  Arsip