HOME    
Nasional - Humaniraya - Metro - Ekbis - Mancanegara - Kesehatan - Iptek - Sketsa Muda - Entertainment - Sportif
Kosmopolitan - Etalase - Sosok - Keluarga - Fashion - Suplemen - Resensi - Kolom - Ruang Publik
Layan Publik - Aneka - Transportasi - Kursus/PLS - Agen - Iklan Baris - Harga-harga - Tentang Kami
MESIN PENCARI


   
 
Pelni Akan Garap Pasar Kargo Domestik

(11/02/2009 - 05:22 WIB)


Jurnalnet.com (Jakarta): Mantan Dirut PT Pelni Isnoor Haryanto mengatakan, peluang usaha yang masih menjanjikan selain angkutan penumpang bagi BUMN itu adalah menggarap angkutan barang atau kargo doemstik. “Saat ini, peluang untuk mengangkut kargo domestik masih terbuka luas, termasuk bagi Pelni. Pelayaran dengan 28 kapal itu bisa mengoptimalkan space kapal untuk angkutan kargo domestik,” katanya menjawab pers di Jakarta, Selasa.

Diakuinya, pasar angkutan kargo itu sudah mulai digarap Pelni sejak 2-3 tahun terakhir. Beberapa kapal Pelni tipe terbaru sudah dilengkapi dengamn space khusus untuk petikemas. Dengan begitu, bisa dimanfaatkan untuk mengangkut kargo. “Hasilnya cukup bagus, dan mampu mendongkrak penghasilan Pelni,” kata dia lagi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, peningkatan jumlah penumpang juga terjadi pada transportasi laut yang naik sebesar 0,42 persen di banding bulan November 2008, dari 503,53 ribu orang menjadi 505,65 ribu orang. Selama periode Januari - Desember 2008, jumlah penumpang mencapai 6,16 juta orang atau naik 0,83 persen dari periode yang sama di tahun 2007 yang sebesar 6,11 juta orang.

Sementara, untuk jumlah barang yang diangkut angkutan laut pada Desember 2008 mengalami penurunan 2,77 persen dibanding November 2007, yaitu dari 13,6 juta ton menjadi 13,22 juta ton. Untuk periode Januari - Desember 2008, jumlah barang kumulatif juga turun 5,77 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, yaitu dari 172, 53 juta ton menjadi 162, 56 juta ton.

Melihat data tersebut, menurut Isnoor, dia berharap manajemen Pelni ke depan bisa menggarap angkutan kargo, selain bisnis intinya angkutan penumpang laut nasional. “Selama ini, Pelni menerima public servive obligation (PSO) dari pemerintah untuk mengangkut penumpang kelas ekonomi terutama di daerah terpencil. Namun, potensi pasar kargo tetap bisa digarap sejalan dengan pangsa pasar yang ada,” kilah dia serius.***(hel)
Print Print   Send Kirim Teman
 
 
 
Berita Lainnya:
  Modifikasi Kapal Menjadi Three in One
10 Februari 2009, 15:43 WIB
  Semarang Banjir, Jadwal Perbangan Kacau
10 Februari 2009, 06:38 WIB
  KA Memutar Jalur Selatan
09 Februari 2009, 18:53 WIB
  Tahun 2009, Bidik 700.000 Pemegang Kartu Kredit
09 Februari 2009, 16:52 WIB
  Revisi UU LLAJ Perbaiki Budaya dan Keselamatan Transportasi
06 Februari 2009, 18:07 WIB
Berita Terkait:
  Tenggelamnya KM. Teratai Prima akumulasi kesalahan berjamaah
16 Maret 2009, 16:18 WIB
  Dephub Lambat Terbitkan PP UU Pelayaran
05 Maret 2009, 14:46 WIB
  Modifikasi Kapal Menjadi Three in One
10 Februari 2009, 15:43 WIB
  Dephub Tetap Konsisten Pada Asas Cabotage
27 Januari 2009, 21:15 WIB
  Indonesia Ferry Bidik Pendapatan Rp740 Miliar
02 September 2008, 13:26 WIB
 
 
 
 
  Arsip