HOME
Nasional
-
Humaniraya
-
Metro
-
Ekbis
-
Mancanegara
-
Kesehatan
-
Iptek
-
Sketsa Muda
-
Entertainment
-
Sportif
Kosmopolitan
-
Etalase
-
Sosok
-
Keluarga
-
Fashion
-
Suplemen
-
Resensi
-
Kolom
-
Ruang Publik
Layan Publik
-
Aneka
-
Transportasi
-
Kursus/PLS
-
Agen
-
Iklan Baris
-
Harga-harga
-
Tentang Kami
MESIN PENCARI
--==SEMUA==--
BERITA
POPULAR
ASPIRASI
Perayaan Tahun Baru 2010 di Tokyo
Anni Iwasaki *) (02/01/2010 - 06:03 WIB)
Jurnalnet.com (Tokyo):
“Mo ikutsu neruto o Shogatsu”-sebentar lagi tahun baru- terngiang-ngiang lagu menyambut tahun baru di daratan Jepang sejak berakhirnya perayaan yang juga sangat meriah dengan pohon-pohon Natal dan lampu-lampu bergemerlapan selama sebulan-an pada tanggal 25 Desember pukul 00 pagi buta, hampir tidak ada lagi hiasan Natal. Perangkat Jepang menyambut Tahun Baru mulai dijajakan. Diakhir tahun bapak Jepang mendapat bonus kerja entah untuk yang keberapa kali bergantung keuntungan yang didapat oleh perusahaan tempatnya bekerja. Dihari libur akhir tahun keluarga: ayah-ibu dan anak-anak bergembira menyambut tahun baru shopping lageee….Atau sibuk acara bonenkai, acara bersama rekan-rekan sejawat berakhir tahun.
Di pasar-pasar khususnya di Okachimachi, di distrik Ueno di Tokyo, super market-supermarket penuh sesak dengan pengunjung. Ibu-ibu masak yang khusus saja, karena hidangan tahun baru o setchi terdiri dari kacang-kacangan, ikan kecil-kecil, telur ikan, konbu-rumput laut- dimasak manis. Aneka macam dan aneka warna kamaboko-semacam empek-empek tanpa digoreng-. Sea food udang besar, lobster dan berbagai jenis dan ukuran kepiting sampai ukuran king crab -daraba kani- berat 1-2 kg kiriman dari Rusia tersedia diberbagai macam paket.
Barang dan kebutuhan tradisi Jepang diproduksi secara moderen membuat hidup jauh lebih mudah. Untuk yang malas keluar lantaran dingin tinggal buka chirashi-selebaran iklan- atau buka internet, pesanan segera datang. Jika setelah barang diantarkan ternyata antara foto dan pesanan tidak memuaskan calon pembeli, tidak jadi beli juga tidak apa-apa. Para penjual di Jepang sangat bertanggung jawab.
Sedikit tentang pengalaman saya berbelanja di mall mewah di Jakarta. Ketika membayar, si kasir bilang ” Coba diperiksa dulu barang yang mau dibeli bu. Tidak bisa dikembalikan lo kalo sudah dibayar”. ” Maksudnya apa?” tanya saya rada bingung. Jawabnya ” Nanti kalo ternyata ada yang rusak tidak bisa dikembalikan”. Saya bertanya lagi sambil memeriksa barang yang akan saya beli, ” Lo memang anda jual barang rusak, kalo disuruh memeriksa sendiri kan ini menghabiskan waktu saya?”. Kasir menjawab, ” Bukan begitu, periksa saja dulu bu”. Saya merasa berhadapan dengan penjual tidak bertanggung jawab, ” Tidak jadi beli....Jualan koq tidak tahu dagangannya rusak atau tidak.”
Lima tahun setelah tahun 1873 restorasi Meiji bangsa Jepang merayakan tahun baru 1 Januari. Sebelumnya tahun baru Jepang mengikuti penanggalan kalender lunar Cina yang dirayakan diawal musim bunga setelah bulan Januari. Tahun Jepang sendiri menganut tahun dan usia dari yang dinobatkan menjadi Kaisar. Seperti tahun Showa adalah tahun kekuasaan Kaisar Showa, sekarang Kaisar Hesei disebut tahun Heisei. Orang Jepang sendiri agak ribet menghitung tahun kelahirannya apabila harus disesuaikan dengan tahun kalender internasional (Gregorian Calender).
Tiga puluh lima tahunan yang lalu tiba di Jepang saya masih merasakan cupetnya uang di dompet ketika merayakan tahun baru dan makanan belum berlimpah seperti saat ini. Kalau mau makan enak kami keluarga muda tidak bisa merayakan sendiri melainkan berkumpul di rumah mertua bersama keluarga besar. Generasi diatas saya kondisinya pasti lebih susah lagi mengingat musim dingin di Jepang berarti tidak ada makanan akibat masih sangat menggantungkan hidup dari bercocok tanam hasil alam dan iklim panas yang hanya 3 bulan. Makanan pokok orang Jepang adalah beras, katanya, di jaman dulu seumur hidup seseorang hanya bisa panen padi tiga kali saja.
Kesulitan hidup masa lalu Jepang tercermin dari kebiasaannya menyambut Kami- Dewi- yang akan datang ke rumah-rumah di Tahun Baru. Sepasang hiasan kadomatsu laki dan perempuan diletakkan dikiri-kanan pintu masuk rumah atau toko. Mengharap berkah hidup sejahtera dan panjang umur. Hiasan berupa tiga potongan bambu besar, runcing agak panjang dengan tinggi tidak sama. Bambu yang paling tinggi artinya, surga, agak pendek adalah manusia dan yang paling pendek adalah bumi. Dihias dengan ranting dari pohon matsu-pinus-, bambu terkadang juga ranting dari pohon ume- plum-.
Menyongsong tahun baru, seluruh anggauta keluarga sibuk sekali, anak-anak kecil rajin juga, mereka tahu persis nanti tanggal satu setelah makan pagi bersama mendapat otoshidama-angpao- dari ayah dan ibunya. Ada yang pulang kampung ke rumah orang tua –satogairi- bahkan melancong ke luar negeri. Shinkanseng –kereta tercepat- dan pesawat udara menambah armada. Dimana-mana jalan-jalan mobil macet.
Sekeluarga memasak makanan rasa manis-manis (o setchi) , ndeplok ketan pakai lumpang batu besar sampai jadi mochi –mochi tsuki-, bahasa Jawa jadah hanya tidak dicampur kelapa. Masakan-masakan tahan lama paling tidak 5 sampai 7 hari selama kadomatsu dipasang karena zaman dahulu toko-toko pada tutup dan makanan tidak sebanyak seperti sekarang.
Hari terakhir o shouji -membersihkan rumah- , kepercayaannya , sang Dewi akan memeriksai satu-persatu rumah-rumah kalau tidak bersih dan rapi tidak akan diberi berkah. Didaun pintu masuk ditempel hiasan shimekazari rangkaian benang-benang emas dan perak, bunga ume, ranting pinus sekarang banyak dijual terbuat dari plastik. Di meja tengah ruangan dipajang kagami-mochi, mochi bulat tumpuk dua dihiasi dengan semacam rangkaian shimekazari dan buah mikang –jeruk manis warna kuning-. Itu juga menyambut Dewi Tahun Baru. Kagami mochi dimakan dihari terakhir setelah mochi di dapur habis. Tanggal 31 Desember sore umumnya pekerjaan di rumah menyongsong kedatangan Dewi Tahun Baru sudah selesai.
Hatsumode menit-menit pertama ke kuil ditahun baru. Tanggal 31 Desember petang para pengunjung berkumpul di depan kuil untuk yang beragama Shinto dan di depan pagoda untuk yang beragama Budha. Yang paling terkenal adalah muda-mudi memenuhi kuil Shinto Meiji Jinggu di Harajuku cakep-cakep, gaya-gaya dan harum-harum dalam winter fashion. Setelah siangnya berjalan-jalan di distrik teramai Shinjuku, Shibuya dan Harajuku, sejak pukul 21.00 mereka sudah memenuhi halaman kuil.
Dalam dingin bersuhu nyaris minus drajad, semalam di kuil ini saja pengunjung mencapai 3 ratusan ribu orang muda/i. Pukul 00 tengah malam kuil mulai dibuka sambil bergembira ria mengucapkan ”Omedeto, omedeto shinneng omedetooooo....” Suara genta di kuil dan pagoda di seluruh Jepang susul menyusul berdentang-dentang sebanyak 108 kali.
Antrian tetap rapi sekalipun terkadang berdesak sampai seperti gelombang manusia, berdesakan berjalan ke depan ke samping kiri dan kanan. Tiba di depan kuil tangan-tangan mereka melemparkan koin nilai 1,5, 10, 50, 100, 500 yen berkilatan koin terkena cahaya-cahaya lampu lalu menepukkan tangan tiga kali kemudian tangan seperti menyembah komat-kamit minta sehat, panjang umur, rejeki dan jodoh. Yang berdiri paling depan sambil bergeser harus melindungi kepala dengan tangan dari hamburan koin yang tidak sampai di teras kuil, melainkan jatuh mengenai kepala.
”Wa wa itai-sakit....” suara-suara mereka tergelak. Bayangkan saja dalam semalam koin di seluruh Jepang jumlahnya bisa melampaui koin yang berhasil di kumpulkan untuk Prita selama sebulan. Dalam seminggu itu akan diumumkan jumlahnya. Di pintu keluar kuil berbagai penjual makanan seperti tako yaki, yaki soba dan perapian bisa menghangatkan badan. Pelayanan kereta listrik hanya di stasiun-stasiun besar hingga pukul 6 pagi.
Sejak kecil sejak tangan bisa menggenggam koin terkecil 1 yen, setiap saat bisa ke kuil dan setiap tahun baru di diingatkan bahwa setiap nilai koin bermakna sehat, panjang umur, rejeki dan jodoh. Tak heran jika orang Jepang sangat menghargai uang koin, satu yen pun disimpan. Uang kertas disimpan dijaga tidak boleh kusut. Para penjual pasti memberikan kembalian dan pembeli pasti mempertahankan haknya sekalipun jumlahnya hanya satu yen. Uang merupakan HAM, yaitu upaya serta jerih payah seseorang mengumpulkan kesejahteraan hidup dan dilindungi oleh undang-undang.
Di Jakarta sulit uang receh, kembalian diganti dengan permen. Untuk diketahui hal seperti ini oleh Departemen Perdagangan dianggap melanggar transaksi ritel dalam UU nomor 23 Tahun 1999 (beritajatim.com 5 Nov 09). Peritel dapat dikenai sanksi administrasi hingga sanksi pidana begitu juga dalam UU Perlindungan Konsumen no 8 tahun 1999 Pasal 5 (c): membayar dengan nilai tukar yang disepakati.
Sering penumpang taksi dibuat tak berdaya jika si sopir taksi mengatakan tidak ada kembalian pecahan lembar ribuan, jumlah yang harus dibayar dibulatkan dari Rp 12 ribu menjadi Rp 15 ribu, dari Rp 18 ribu menjadi Rp 20 ribu dst. Bahkan ada bank negara yang membuat peraturan sendiri tanpa kesepakatan konsumen, kembalian dibawah nilai Rp 50 dibulatkan kebawah misalnya Rp 435 menjadi Rp 400 saja, jika nilai kembalian diatas lima puluh rupiah misalnya Rp 675 dibayarkan Rp 700. Pemerintah hendaknya bukan hanya mengundangkan saja melainkan mengusahakan tegaknya undang-undang apresiasi ini adalah termasuk bagian penting pembangunan moral bangsa.
Kembali lagi kepada Tahun Baru di Jepang. Untuk manula malam tahun baru duduk di depan televisi kaki masuk ke dalam kotatsu –meja penghangat. Acara televisi juga meriah bahkan satu sama lain chanel bersaing, rating pemirsa ditunjukkan yang paling tinggi belum terkalahkan adalah acara variety musikal aka vs shiro, grup merah vs grup putih di tv NHK. Hampir seluruh penyanyi pop Jepang tampil disitu.
Jika lapar ditengah malam, hidangan toshi koshi soba -mi Jepang warna coklat- tidak dipotong melainkan dibiarkan panjang - menjadi santapan sambil memohon panjang umur. Pukul 00 masuk tahun baru, yang di rumah juga bergembira saling mengucapkan salam dan harapan menelpon ke sanak-keluarga , ” Omedeto gozaimasu kotoshi mo yorosikuuuu”- Selamat ya, tahun ini juga tetap kompak ya- Setelah itu seluruh anggauta keluarga beristirahat.
Di akhir tahun adalah saat paling sibuk untuk pegawai kantor pos sampai merekrut siswa sma dan mahasiswa menjadi tukang pos khusus. Sekalipun ada TI kartu pos ucapan tahun baru disebut nenggajo masih tetap populer harga selembar 50 yen, tahun lalu bisa menjual dengan total harga Y3.9 milyar( web nihon yubinkyoku) . Untuk kartu pos yang dikirim pertengahan bulan Desember hingga beberapa hari sebelum tanggal 1 Januari bisa tiba tepat waktu pada tanggal 1 Januari. Yang menarik kartu pos ini bernomer undian.
Bangun pagi setelah rapi, sekeluarga duduk menghadap meja penuh hidangan osetchi, ozoni –sup bening-, mochi bakar atau dipanaskan dimikro-wave, hidangan pencuci mulut o shiruko bubur manis kacang merah dengan bola-bola mochi. Acara penutup paling ditunggu oleh anak-anak yaitu pembagian o toshidama- angpao- dalam pochibukuro-amplop khusus- sambil mendoakan sang ayah ”Otosan arigato, tetap sehat dan tahun ini dapat uang lebih banyak yaaaa....” yang belum ke kuil atau pagoda, setelah makan pagi berangkat bersama keluarga.
AI & Keluarga Mengucapkan Selamat Tahun Baru 1 Jan 2010. #Tokyo 31 Des 09.
*) Ibu Rumah Tangga Jepang
Print
Kirim Teman
Kolom Lainnya:
Presiden AS Barrack Obama & PM Jepang Yukio Hatoyama: “REVOLUSI INDUSTRI ANTI PEMANASAN GLOBAL”
19 November 2009, 20:35 WIB
Catatan Kecil Menyambut Hari Stroke Sedunia
28 Oktober 2009, 06:39 WIB
Membangun masyarakat sipil dunia anti pemanasan global
07 Oktober 2009, 07:04 WIB
Maju Indonesia! Lebih Cepat Lebih Baik
30 Juni 2009, 14:12 WIB
Perkembangan di Amerika Latin Membenarkan Visi Bung Karno
24 April 2009, 03:27 WIB
Arsip
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
2003
2004
2005
2006
KOMUNITAS LINK
Tangan Di Atas
Indonesia Membaca
Pena
Desainer Grafis
Indonesia Bergerak
Menteri Desain
Jasa SPG
Pfizer Peduli
Indo Kado
Menulis Mudah
Khatulistiwa
Elektronik Glodok
Lirik Lagu
Pantau Hak EKOSOB
Buku Kita
baba flash
Pijar Cendikia
Jangan BUGIL
Dictionary
ITC Manggadua
Pembelajar
Wirausaha
Endonesia Dot Com
Seputar Wanita
Rumah Dunia
Belajar Hipnotis
Tabloid-Untung
Kemitraan/partner..
Info IBU
RESEP Kuliner
FRANCHISE
Lingkar Pena
Kamus Ind-Eng
Badan Narkotika RI
Harun Yahya
Dompet Dhuafa
Aspirasi Anak Dun..
Kreatifitas Anak
Jasakerja IPB
Baby Centre
Dana Mandiri
Cetro
Proses Legislasi
Imparsial
KontraS
YLKI (konsumen)
Romy Rafael
Buku & Cerita Bij..
Buku
Ombudsman
lainnya
All content © Copyright 1 Ramadhan 1425H JURNALNET.COM. Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Dilarang memperbanyak artikel yang termuat pada halaman JURNALNET.COM, tanpa seizin JURNALNET.COM.
Web Development PT. Internusa Sarana Perdana (Group)